Banyuwangi, berat sama
dipikul ringan sama di jinjing mungkin pepatah ini lah yang menjadi inspirasi
sekaligus mengilhami program siswa asuh sebaya, (SAS) di kabupaten seribu
gandrung ini. Hingga begitu banyak instansi pendidikan yang berlomba – lomba
ikut memeriahkan dan menyeret melibatkan diri pada program ini. Salah satunya
SD Negeri 8 Tulungrejo yang berdomisili di jalan kalijambe no 1 tulungrejo
kecamatan glenmore, kepada awak media Hj Suwarti S.Pd 23.05.2017 selaku kepala
sekolah mengatakan SAS merupakan akronim dari siswa asuh sebaya yang patut di
dukung dan harus dibudidayakan sehingga pembentukan isting dan karekter peka
terhadap keadaan dan situasi “ hal ini sudah kami terapkan sejak lama, kami
sepakat bahwa setiap hari jum’at ada kegiatan jum’at amal di tambah setiap
bulan suro ada kegiatan santunan anak yatim piatu yang diadakan oleh anak didik
SD 8 Tulungrejo ini. Katanya. Seraya menambahkan untuk menunjang program SAS
tersebut pihak dari guru guru juga ikut menyumbangsihkan riskinya untuk
kemajuan pendidikan di kecamatan glenmore ini, Hj Suwarti sendiri menerapkan
berbagai langkah salah satunya membangun hubungan emosional dengan masyarakat
terbukti dengan adanya pelatihan hadrah yang diasuh oleh salah satu ulama
didusun kalijambe tersebut sementara di singgung tentang biaya operasional
sekolah BOS, Hj Suwarti, Spd berharap semoga lewat media ini dinas terkait
memperhatikan dan mendengar bagaimana nantinya dana BOS bisa rutin setiap
bulan. Sementara itu ditempat berpisah salah satu wali murid berinisial NB
mengatakan sangat berterima kasih atas kinerja dewan guru dan kepala sekolah menurutnya anaknya semakin
rajin beribadah dan taat kepada orang tua.
Ilham
Tidak ada komentar:
Posting Komentar