Rabu, 25 Mei 2016

AKIBAT “ KORBAN POLITIK” JALAN TUAH INDRAPURA TERABAIKAN

       
Janji tinggal janji politik suksesi pilkada tahap dua priode, namun pengaspalan jalan tak kunjung di laksanakan .

SIAK - Masyarakat Kampung Tuah Indrapura, Kecamatan Bunga Raya, meminta kepada pemerintah daerah untuk segera melakukan pengaspalan jalan di daerahnya. Sebab sampai sekarang masih ada kurang lebih 2 kilo meter lagi yang belum di aspal. 
          “Apalagi merupakan jalan pemukiman padat penduduk ke sekunder 9, agar segera di hotmix ,” ungkap Mujiono warga Kampung Tuah Indrapura, Kecamatan Bungaraya.
          Ia mengatakan, kondisi jalan itu rusak sejak Arwin menjabat sebagai Bupati  2010 lalu, hingga terpilihnya bupati baru yang dijabat Syamsuar. Apalagi Syamsuar sudah menjabat  selama 2 priode sampai sekarang 2016, jalan itu belum juga ada rencana di aspal.
         Masyarakat setempat sangat gembira setelah mendengar ada niat  Pemkab  Siak pada dua tahun lalu yang akan mengaspal jalan, namun semuanya hanya janji saja. Janji politik, setelah pilkada selesai dan bupati baru terpilih, pengaspalan jalan  tidak kunjung di laksanakan.
“Memang pada 2014 Bupati Siak di daerah ini berjanji akan melakukan pengaspalan jalan, dan jika benar akan hotmix, kami minta tahun ini segera di lakukan“, harapnya.
          Sangatlah tidak logis jika pemerataan pembangunan dikait–kaitkan dengan dukungan masyarakat agar memilih salah satu kandidat pada pemilihan kepala daerah.
          “Karena di Desa Tuah Indrapura ini pasangan kandidat calon kepala daerah dari priode pertama hingga ke dua tidak pernah menang saat pemilukada, makanya jalan yang tinggal kurang 2 kilo meter itu tidak dilanjutkan”, kata Mujiono.
         Dari pantauan di lapangan, memang kondisi jalan Kampung Tuah Indrapura, mulai dikeluhkan masyarakat. Pasalnya jika musim kemarau, jalan berdebu dan apabila musim penghujan jalan menjadi licin dan berlubang. Sehingga kondisi ini  sangat membahayakan pengguna jalan, terutama bagi pelajar  yang akan bepergian menuntut ilmu  ke sekolah.
          Sementara itu wakil ketua DPRD Siak, Hendrik Pangaribuan, ST ketika di konfirmasi mengatakan hal tersebut akan segera di tindak lanjuti. “ Jika memang benar jalan tersebut  ada unsur lain, kami akan panggil pihak terkait”, ktanya. (predy mujianto)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar